FINTECH DAN COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PERTANIAN DI BANTEN
##plugins.themes.bootstrap3.article.main##
Abstract
Artikel ini bertujuan untuk melihat bentuk kolaborasi dalam memajukan Pertanian di Banten. Kajian menunjukkan penurunan generasi, hal ini disebabkan sektor pertanian bukanlah hal yang menarik untuk dilirik oleh kalangan muda, setidaknya lebih dari 80% petani di Indonesia berusia lebih dari 50 tahun dan umumnya tidak berpendidikan tinggi. Banyak aktor di Banten yang berupaya menginisiasi munculnya pertanian model baru yang dapat menarik anak muda, maka konsep collaborative governance dipakai untuk melihat fenomena ini. Khususnya bagaimana peran fintech sebagai sektor swasta dalam membantu memunculkan dan memberdayakan petani muda di Banten. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, hal ini digunakan untuk menggambarkan bagaimana peran fintech dalam kemunculan pertanian yang dijalankan anak muda di Banten serta yang menjadi tantangannya (system context) dalam collaborative governance. Hasil dari penelitian ini masih terjadi tumpang tindih peran antara sektor publik, swasta dan masyarakat, bahkan fintech mengaku seperti dihalangi oleh pemerintah, kemudian pembagian peran antar aktor masih belum dapat dirasakan dalam kasus ini.
Kata Kunci: Collaborative Governance; Fintech; Petani Muda
##plugins.themes.bootstrap3.article.details##
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- The journal allow the authors to hold the copyright without restrictions and allow the authors to retain publishing rights without restrictions.
- Authors can enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) before and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.
References
Ansell, Cris and Gash, A. (2007). Collaborative Governance in Theory and Practice. Journal JPART, 18, 543–571.
Avisha, A., Charina, A., Noor, T. I., & Mukti, G. W. (2019). Crowdfunding Sebagai Akses Alternatif Permodalan Berbasis Teknologi Digital Pada Kegiatan Pertanian (Studi Kasus Di Pt Crowde Membangun Bangsa). MIMBAR AGRIBISNIS: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis, 5(1), 1. https://doi.org/10.25157/ma.v5i1.1571
BPS Povinsi Banten. (2013). Sensus Pertanian 2013.
BPS Provinsi Banten. (2016). Sensus Pertanian 2016.
BPS Provinsi Banten. (2018). Nilai Tukar Petani 2018.
Bungin, B. (2007). Penelitian Kualitatif. Jakarta: Kencana.
Creswell, J. W. (2015). Research Design, Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif dan Mixed. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Emerson, Kirk, Nabatchi, Tina and Balogh, S. (2011). An Integrative framework for Collaborative Governance. Journal JPART, 22, 1–29.
Emerson, Kirk and Nabatchi, T. (2015). Collaborative Governance Regimes. Washington DC: Georgetown University Press.
Fitriani, H. (2018). KONTRIBUSI FINTECH DALAM MENINGKATKAN KEUANGAN INKLUSIF PADA PERTANIAN (Studi Analisis Melalui Pendekatan Keuangan Syariah Dengan Situs Peer To Peer Lending Pada Pertanian Di Indonesia). El-Barka: Journal of Islamic Economics and Business, 1(1), 1. https://doi.org/10.21154/elbarka.v1i1.1392
Hamid, A., Nurrohman, B., Hikmawan, D., & Ramadhan, G. (2020). The Rise of Young Enterpreneurial Farmers in Banten , Indonesia. 24(10), 1794–1807.
INDEF, & Indonesia, A. F. (2019). Studi Dampak Fintech P2P Lending terhadap Perekonomian Nasional. 1–13.
Junainah, W., Kanto, S., & S. (2016). Program Urban Farming Sebagai Model Penanggulangan Kemiskinan Masyarakat Perkotaan,. Wacana, 19(3), 148–156.
lipi.go.id. (2015). Minat Bertani Generasi Muda Menurun, Indonesia Terancam Krisis Petani. Retrieved from http://lipi.go.id/berita/single/Minat-Bertani-Generasi-Muda-Menurun-Indonesia-Terancam-Krisis Petani/10836
Lynn, Theo, John G. Mooney, Pierangelo, Rosati, M. C. (2019). Disrupting Finance FinTech and Strategy in The 21st Century. In Palgrave Macmillan. https://doi.org/10.1007/978-3-030-02330-0_3
Petani Muda. (2019). No Title. Retrieved from www.petanimuda.org
Suara.com. (2018). Pengguna Internet di Banten.
Tirto. (2019). No Title. Retrieved from www.tirto.id
Wawancara Agus Tauchid. (2019). Wawancara.
Wawancara Kinda Adam. (2019). Wawancara.