PARTISIPASI MASYARAKAT MELALUI DESA MANDIRI ENERGI BERBASIS BIOGAS LIMBAH TERNAK SAPI DI DESA HAURNGOMBONG KECAMATAN PAMULIHAN KABUPATEN SUMEDANG

##plugins.themes.bootstrap3.article.main##

Wiwien Widaningsih Widaningsih

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan Partisipasi Masyarakat melalui Pembangunan Desa
Mandiri Energi Berbasis Biogas limbah Ternak Sapi di Desa Haurngombong Kecamatan Pamulihan Kabupaten
Sumedang, mengetahui faktor penghambat dan upaya dalam mengatasi hambatan tersebut. Penelitian ini menggunakan
metode kualitatif yang mengambil lokasi penelitian di Desa Haurngombong Kecamatan Pamulihan Kabupaten
Sumedang. Instrumen penelitian adalah peneliti sendiri dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi
dan studi dokumentasi. Adapun informan dalam penelitian ini adalah: Kepala Desa Haurngombong, Ketua LPM, Ketua
Karang Taruna, Ketua Tim Penggerak PKK, Tokoh Masyarakat, dan Kelompok Masyarakat. Hasil penelitian
menunjukan bahwa pelaksanaan kegiatan desa mandiri energi telah mencapai tingkatan partisipasi kemitraan,
pendelegasian wewenang, dan kontrol masyarakat. Namun secara keseluruhan pelaksanaan Desa Mandiri Energi belum
optimal. Belum optimalnya pelaksanaan Desa Mandiri Energi disebabkan oleh terbatasnya jumlah instalasi biogas,
jumlah potensi biogas tidak sebanding dengan jumlah instalasi yang ada, belum adanya kebijakan Pemerintah
Kabupaten Sumedang mengenai kebijakan energi di daerah, dan terbatasnya pengetahuan masyarakat tentang
perawatan instalasi biogas.
Upaya yang telah dilaksanakan oleh pemerintah desa yaitu melakukan sosialisasi, pembentukan tenaga terampil
biogas, meningkatkan kerjasama dengan pihak luar diantaranya kerjasama dengan perguruan tinggi dalam hal
penyuluhan pengelolaan instalasi biogas, kerjasama dengan PLN dalam hal bantuan genset untuk listrik di desa dan
lembaga-lembaga swadaya masyarakat bidang pengembangan energi alternatif serta pengembangan jaringan kerjasama
dengan Desa Mandiri Energi di daerah lain. Peneliti memberikan beberapa saran, sebagai berikut: meningkatkan potensi
kelompok peternak, meningkatkan peranan Lembaga Keuangan Mikro (LKM-Usaha Peternakan) yang ada dikelompok
peternak sapi, serta meningkatkan ikatan sosial antar sesama anggota masyarakat dengan cara pembangunan Bengkel
Kerja Biogas yang dikelola oleh masyarakat (RTM dan Remaja Putus Sekolah/Korban PHK) yang mampu menghasilkan
kebutuhan instalasi biogas.

##plugins.themes.bootstrap3.article.details##

How to Cite
Widaningsih, W. W. (2014). PARTISIPASI MASYARAKAT MELALUI DESA MANDIRI ENERGI BERBASIS BIOGAS LIMBAH TERNAK SAPI DI DESA HAURNGOMBONG KECAMATAN PAMULIHAN KABUPATEN SUMEDANG. Jurnal Ilmu Administrasi: Media Pengembangan Ilmu Dan Praktek Administrasi, 11(1), 28–51. https://doi.org/10.31113/jia.v11i1.26


Section
Articles

References

Creswell, John W. 2009. Research Design: Qualitative,

Quantitative, and Mixed Methods Approaches.

Thousand Oaks, CA:Sage.

Fitrin DW, 2010. Desa Mandiri Energi: Solusi

Perekonomian Indonesia di Abad 21.

Ginnodo, Bill. 1997. The Power of Empowerment: What

The Experts Say and 16 Actionable Case Studies.

Arlington Heights, Illinois:Pride Publications

Inc.

Miles, Matthew B. dan Huberman, A. Michael. 1994.

Data Management and Analysis Methods,

Thousand Oaks, CA: Sage.p 428-429.

Moleong, L.J. 2006. Komunikasi Media Massa dalam

Pembangunan. Malang: Yayasan Pembangunan

Nasional

Moeliono I, Suaradika P, Sumantri A, Suhardi WB.

Participatory Rural Appraisal-Berbuat

Bersama Berperan Setara. Bandung: Studio Driya

Media.

Mutawali,et al. 1995. Pembangunan Desa Terpadu.

Bandung: YBA-IKLUM STIA LAN- RI.

Nasdian FR, 2006. Pengembangan Masyarakat

(Community Development). Bogor: Departemen

Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat,

Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian

Bogor.

Nawawi, Ismail. 2008. Pembangunan dan Problema

Masyarakat. Surabaya: CV. Putra Media

Nusantara.

Ndraha T, 1990. Pembangunan Masyarakat:

Mempersiapkan Masyarakat Tinggal Landas,

Jakarta: Yayasan Dharma Karya IIP

Satries Wahyu Ishardino, 2011. Mengukur Tingkat

Partisipasi Masyarakat Kota Bekasi Dalam

Penyusunan APBD Melalui Pelaksanaan

Musrenbang 2010.

Sherry R Arnstein, 1969, A Leader Of Citizen

Partisipation Journal Of The Royal Town Planning

Institute, Jakarta,PT. Rineka Cipta.

Simanjuntak, S dan M. Pasaribu. 1986. Pendidikan dan

Pembangunan Masyarakat Desa. Bandung. Tarsito.

Suhartini R, Halim A, Khambali I dan Basyid A, 2005,

Model-model Pemberdayaan Masyarakat, Pustaka

Pesantren, Yogyakarta

Suhendra, 2005. Peranan Birokrasi dalam Pemberdayaan

Masyarakat, Bandung: CV. Alfabeta.

Sukmana Rika W dan Muljatiningrum Anny, 2011.

Biogas dari Limbah Ternak. Bandung:Nuansa

Cendekia.

Sumodiningrat.G.1995. Pemberdayaan Masyarakat dan

JPS, Jakarta: PT Elex Media Komputindo.

Stewart, Aileen Mitchell. 1994. Empowering People.

New York: John Wiley and Son, Inc.

Wijaya, K. 2011. Community Empowerment (Ce) Melalui

Perintisan Keluarga Mandiri Energi (KMe) berbasis

Biofuel.