KONTESTASI OTONOMI DAERAH DAN DEMOKRASI DI DAERAH

##plugins.themes.bootstrap3.article.main##

Dinoroy Marganda Aritonang

Abstract

Demokrasi selalu menjadi isu kajian yang menarik dalam bidang politik. Demokrasi seperti sudah menjadi konsep
kunci dan utama jika berbicara mengenai praktik dan budaya politik. Selain itu, demokrasi dianggap sebagai salah satu
landasan penting bagi lahirnya banyak konsep-konsep lain dalam bidang ekonomi, sosial, dan budaya termasuk dalam
prospek penyelenggaraan pemerintahan. Demokrasi telah menjadi landasan untuk diterapkannya desentralisasi atau
penyerahan sebagian kekuasaan pengelolaan pemerintahan kepada daerah otonom. Daerah didorong untuk menjadi lebih
mandiri dan sejahtera. Kewenangan untuk mengurus rumah tangga dan pemerintahan daerah secara luas diberikan
kepada pemerintah daerah. Artinya pemerintah daerah mempunyai kewenangan penuh dan luas untuk membawa
kesejahteraan bagi masyarakat di daerah. Selain itu, dikaitkan dengan demokrasi maka desentralisasi menjadi sarana
penting dan signifikan bagi masyarakat di daerah untuk terjun dalam pendidikan politik secara langsung atas prakarsa
dan kehendak masyarakat itu sendiri. Partisipasi yang dapat dibangun dalam demokrasi di tingkat daerah dapat menjadi
lebih aktif dan intensif, baik dalam pengawasan terhadap pemerintah daerah, penyusunan kebijakan di daerah, dan
pemilihan tokoh politik untuk memimpin daerah sebagai kepala daerah.

##plugins.themes.bootstrap3.article.details##

How to Cite
Aritonang, D. M. (2014). KONTESTASI OTONOMI DAERAH DAN DEMOKRASI DI DAERAH. Jurnal Ilmu Administrasi: Media Pengembangan Ilmu Dan Praktek Administrasi, 11(1), 10–27. https://doi.org/10.31113/jia.v11i1.25


Section
Articles

References

Barnett, Camille Cates, et.al., “Democratic

Decentralizationâ€, Research Triangle Institute,

December 1997, http://pdf.usaid.gov/

pdf_docs/Pnada635.pdf

Budiardjo, Miriam, Dasar-dasar Ilmu Politik, Gramedia

Pustaka Utama, Jakarta, 2008.

Diamond, Larry, “Why Decentralize Power in A

Democracy?â€, Presented in the Conference on

Fiscal and Administrative Decentralization,

Baghdad, February 12, 2004.

Diamond, Larry, “Three Paradoxes of Democracy, Journal

of Democracyâ€, Volume 1, Number 3, Summer

, pp. 48-60 (Article), Published by The Johns

Hopkins University Press.

Dowdle, Michael W., Public Accountability: Designs,

Dilemmas and Experiences, Cambridge University

Press, 2006, UK.

Kaho, Josef Riwu, Prospek Otonomi Daerah di Negara

Republik Indonesia, Rajawali Press, Jakarta, 2003.

Karim, Abdul Gaffar, Kompleksitas Persoalan Otonomi

Daerah di Indonesia, Pustaka Pelajar, Yogyakarta,

Cetakan Ke-2, 2006.

Katorobo, James, “Decentralization and Local Autonomy

for Participatory Democracyâ€, 6th Global Forum on

Reinventing Government Towards Participatory

and Transparent Governance 24 – 27 May 2005,

Seoul, Republic of Korea.

Kertapradja, Koswara, Otonomi Daerah: Untuk

Demokrasi dan Kemandirian Rakyat, Candi Cipta

Paramuda, 2002, Jakarta.

Hopkinson, Nicholas, Parliamentary Democracy: Is

There a Perfect Model, Ashgate Pub Ltd., Australia,

Morris, David, “Democracy and Autonomyâ€, July 1990,

Institute for Local Self-Reliance.

Pratchett, Lawrence, “Local governance, local autonomy

and local democracy: towards a comparative

framework, New directions in Learning and Skills in

England, Scotland and Walesâ€, Seminar 2 –