REVOLUSI KARAKTER DAN BUDAYA KERJA APARATUR SIPIL NEGARA (ASN) MELALUI PENGUATAN DIMENSI RELIGIUSITAS

##plugins.themes.bootstrap3.article.main##

Yayat Supriatna

Abstract

Karakter dan budaya kerja ASN sedang mengalami degradasi berkelanjutan. Perlu sebuah upaya revolutif untuk mengubahnya. Upaya revolutif dianggap sebagai suatu cara paling tepat untuk menjawab segala persoalan yang berkaitan dengan ASN saat ini. Upaya tersebut merupakan salah satu bagian dari pengejawantahan Nawacita Bangsa yaitu melakukan revolusi karakter bangsa. Revolusi karakter ASN berarti perubahan radikal dalam cara berfikir dan merasa yang diterjemahkan dalam perilaku dan tindakan nyata, baik perilaku politik, ekonomi, pendidikan, sosial kemasyarakatan, maupun perilaku kerja dalam menjalankan tugas, fungsi dan kewenangannya. Revolusi ini berpijak pada perubahan mindset sebagai syarat untuk adanya perubahan cultureset. Revolusi budaya kerja ASN merupakan perubahan positif radikal terhadap pemahaman, sikap dan perilaku yang diterapkan oleh ASN ketika melaksanakan pekerjaan dalam suatu institusi. Karakter erat kaitannya dengan budaya kerja. Keduanya saling berkaitan dan saling mempengaruhi satu sama lain. Pernyataan dari penelitian ini adalah bahwa revolusi karakter dan budaya kerja dapat terwujud melalui penguatan dimensi religiusitas yang ada dan tumbuh pada setiap diri ASN. Penelitian ini memakai pendekatan qualitative-descriptive research dengan teknik pengumpulan data studi dokumen. Hasil penelitian menunjukan bahwa penguatan religiusitas mencakup seluruh penguatan terhadap dimensi keagamaan pada diri manusia yang meliputi keyakinan (belief), praktik (practice), perasaan atau penghayatan (feeling), pengalaman (experience), pengetahuan (knowledge), dan dampak (effects). Pendekatan untuk merevolusi karakter dan budaya kerja ASN melalui: pertama, pembangunan budaya religius pada diri ASN dan pada sistem kerja institusinya; kedua, internalisasi nilai-nilai religiusitas pada diri ASN dengan cara keteladanan (modelling), studi kasus (problem based learning), dan penguatan nilai (values strengthening).

##plugins.themes.bootstrap3.article.details##

How to Cite
Supriatna, Y. (2017). REVOLUSI KARAKTER DAN BUDAYA KERJA APARATUR SIPIL NEGARA (ASN) MELALUI PENGUATAN DIMENSI RELIGIUSITAS. Jurnal Ilmu Administrasi: Media Pengembangan Ilmu Dan Praktek Administrasi, 14(2), 280–299. https://doi.org/10.31113/jia.v14i2.121


Section
Articles

References

Abdul Azis, Hamka. 2012. Karakter Guru Profesional. Jakarta: AlMawardi.

Ancok, D. dan Suroso FN. 2001. Psikologi Islami. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Anoraga, Panji. dan Sri Sayuti. 1995. Psikologi Industri dan Psikologi Sosial. Jakarta: Pustaka Jaya.

Badan Pusat Statistik. 2016. Statistik Politik 2016. Jakarta.

Bogdan, R.C dan Biklen, S.K. 1982. Qualitative Research for Education: An Introduction to Theory and Mehtods. Boston: Allyn and Bacon Inc.

Fauzan dan Trias Setiawati. 2005. Pengaruh Religiusitas Terhadap Prestasi Kerja Pegawai Negeri Sipil (Pns) Alumni Dan Bukan Alumni Pesantren Di Kantor Depag Kota Malang Jurnal Sinergi Kajian Bisnis Dan Manajemen Edisi Khusus on Human Resources.

Ghufron, MN. 2000. Teori-Teori Psikologi. Yogyakarta: Arruz Media.

Hill, P. C. dan G. S. Smith. 2002. Coming to terms spirituality and religion in the workplace In Giacalone, R. A. & Jurkiewicz, C. L (Eds.) Handbook of Workplace Spirituality and Organizational Performance. New York: M. E. Sharpe.

IAIN Syarif Hidayatullah. 1992. Ensiklopedi Islam Indonesia. Jakarta: Jambangan.

Kahf, Mozer. 1995. Ekonomi Islam: Telaah Analitik Terhadap Fungsi SistemEkonomi Islam. Yogyakarta: Tiara Wacana.

Kamisa. 1997. Kamus Lengkap Bahasa Indonesia. Surabaya: Kartika.

Kartono, Kartini dan Jenny Andari. 1989. Kamus Lengkap Psikologi. Bandung: Mandar Maju.

Kementrian Pendidikan Nasional. 2010. Buku Saku Budaya Kerja. Jakarta.

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. 2015. Road Map Reformasi Birokrasi 2015-2019. Jakarta.

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. 2011. Peraturan Menteri PAN dan RB Nomor 10 Tahun 2011 tentang Pedoman Pelaksanaan Program Manajemen Perubahan. Jakarta

Kirschenbaum, H. 1995. 100 Ways to enhance values and morality in schools and youth settings. Boston: Allyn and Bacon.

Koentjaraningrat. 2004. Kebudayaan Mentalitet dan Pembangunan. Jakarta: Gramedia.

Koyan, I Wayan. 2000. Pendidikan Moral; Pendekatan Lintas Budaya. Jakarta: Depdiknas

Martadi. 2010. Buku Pedoman Profesi Guru. Jakarta: Universitas Negeri Jakarta.

Nawawi, Hadari. 2003. Manajemen Sumber Daya Manusia. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.

Nawawi, Hadari dan Mimi Martini. 1994. Penelitian Terapan. Yogyakarta: Gadjah Mada University.

Ndraha, Taliziduhu. 2003. Teori Budaya Organisasi. Jakarta: Rineka Cipta.

Notoatmodjo, 2007. Konsep Perilaku; Pengertian Perilaku, Bentuk Perilaku, danDomain Perilaku. Jakarta: Erlangga.

Odea, Thomas E. 1996. Sosiologi Agama Suatu Pengenalan Awal. Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Osborne, David and Plastrik, Peter. 1997. Banishing Bureaucracy: The Five Strategies for Reinventing Government. New York: Penguin Group.

Pargament, Kenneth. 1999. Multidimensional Measurement of Religiousness, Spirituality for Use in Health Research. Kalamazoo MI: Fetzer Institute.

Puspita, Dewi Rina. 2008. Menjaga dan Melindungi Budaya Kerja. Jakarta: Yudhistira

Rewansyah, Asmawi. 2010. Reformasi Birokrasi Dalam Rangka Good Governance. Jakarta: Yusaintanas Prima.

Robbin, Stephen. 2002. Prinsip-Prinsip Perilaku Organisasi. Jakarta: Gramedia.

Saputro, Denny. 2006. Hubungan Antara Tingkat Religiusitas Dengan Tingkah Laku Altruis Pada Mahasiswa Yang Beragama Islam. Skripsi (tidak di publikasikan)

Sartika, Dewi. 2015. Inovasi Organisasi dan Kinerja Organisasi; Studi Kasus Pada Pusat Kajian dan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur III Lembaga Administrasi Negara. Jakarta: LAN-RI

Sarwono, Jonathan. 2006. Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Sedarmayanti. 2012. Good Governance & Good Corporate Governance; Kepemerintahan yang Baik dan Tata Kelola Perusahaan yang Baik. Bandung: Mandar Maju.

Sedarmayanti. 2003. Good Govermance: Kepemerintahan Yang Baik Dalam Rangka Otonomi Daerah Upaya Membangun Organisasi Efektif dan Efisien Melalui Restrukturisasi dan Pemberdayaan. Bandung: Mandar Maju.

Sugiyono. 2008. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Supelli, Karlina. 2014. Dari Kosmologi ke Dialog: Mengenal Batas Pengetahuan, Menentang Fanatisme. Bandung: Mizan.

Tilaar, HAR. dan Riant Nugroho. 2008. Kebijakan Pendidikan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Triguno, Prasetya. 2001. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Bumi Aksara.

Wahab, Abdul Azis. 2007. Teori dan Landasan Pendidikan Kewarganegaraan. Bandung: Alfabeta.

Walker, Rob. BJ. 1993. International Relations as Political Theory. Cambridge: Cambridge University Press.

Widagdho, Djoko. 2004. Ilmu Budaya Dasar. Jakarta: Bumi Aksara.

Zulkifli. 2014. Implementasi Lima Nilai Budaya Kerja Kementerian Agama di Kantor Kementrian Agama Kabupaten Banyumas. Yogyakarta: UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta